1. Penyumbatan
- Penyumbatan Es: Disebabkan oleh kelembaban dalam sistem, yang membeku pada suhu rendah untuk menyumbat lubang katup. Hal ini menyebabkan efisiensi pendinginan berkurang atau kegagalan pendinginan yang terputus-putus. Es dapat mencair sementara setelah dimatikan, memulihkan fungsi sebagian.
- Penyumbatan Kotoran: Akumulasi kotoran (misalnya, terak las, kontaminasi oli) pada port katup membatasi aliran refrigeran. Gejalanya termasuk pembentukan bunga es yang tidak merata atau tidak ada bunga es pada evaporator, kondensasi/pembentukan bunga es pada badan katup, dan pendinginan yang tidak memadai.
2. Pembukaan/Penutupan Katup yang Tidak Normal
- Pembukaan yang Tidak Cukup: Aliran refrigeran yang tidak memadai menyebabkan suhu evaporator tinggi, tekanan hisap rendah, kinerja pendinginan buruk, dan kondensasi/pembentukan bunga es pada badan katup.
- Pembukaan yang Berlebihan: Aliran refrigeran yang berlebihan menyebabkan pembentukan bunga es tebal pada evaporator, tekanan hisap tinggi, dan potensi liquid hammer kompresor (wet stroke).
3. Kerusakan pada Bulb Pendeteksi Suhu
- Pemasangan yang Tidak Tepat: Jika bulb pendeteksi suhu tidak terpasang erat pada pipa evaporator, kesalahan pendeteksian suhu terjadi, yang mengakibatkan regulasi katup yang salah.
- Kebocoran atau Kerusakan: Kebocoran refrigeran di dalam bulb pendeteksi mencegah transmisi sinyal tekanan, menyebabkan katup menutup atau gagal menyesuaikan, yang menyebabkan kegagalan pendinginan sistem.
4. Kerusakan Katup Ekspansi Elektronik (Sistem Cerdas)
- Motor Macet/Rusak: Jarum katup tidak dapat bergerak dengan benar, menyebabkan aliran refrigeran yang tidak terkendali. Umum terjadi pada penyejuk udara frekuensi variabel, hal ini mengakibatkan kinerja pendinginan/pemanasan yang tidak normal.
- Sinyal Kontrol yang Tidak Normal: Kerusakan pada papan sirkuit atau sensor menyebabkan pembukaan katup yang tidak sesuai dengan beban sistem, meningkatkan konsumsi energi atau mengurangi efisiensi.
5. Kerusakan atau Kebocoran Badan Katup
Retakan pada badan katup, sambungan yang longgar, atau masalah lainnya menyebabkan kebocoran refrigeran, mengurangi tekanan sistem dan kapasitas pendinginan. Kebocoran dapat dideteksi menggunakan detektor kebocoran.
6. Dampak
- Efisiensi pendinginan berkurang dan konsumsi energi meningkat;
- Tekanan sistem yang tidak normal (tekanan tinggi yang terlalu tinggi atau tekanan rendah yang terlalu rendah);
- Kerusakan kompresor (misalnya, liquid hammer, keausan).
Rekomendasi Perawatan
Personel profesional diperlukan untuk mengidentifikasi jenis penyumbatan, mengganti komponen yang rusak, atau menyesuaikan kembali bukaan katup. Pembongkaran sendiri harus dihindari untuk mencegah kontaminasi sistem.